top of page
  • Gambar penulisSimon Salim, Valerie Hirsy

Blok Atrioventrikular

Diperbarui: 17 Agu 2020

Pendahuluan

Blok atrioventrikular (Atrioventricular Block/AV Block) adalah salah satu jenis gangguan irama jantung, yaitu ketika aliran listrik dari atrium ke ventrikel jantung terhambat akibat adanya gangguan anatomi atau fungsi pada sistem konduksi jantung sehingga jantung berdetak lebih lambat.

Bagaimana Blok AV terjadi?

Jantung manusia terdiri dari 2 ruang belakang (atrium) dan 2 ruang depan (ventrikel). Aliran listrik normal jantung dimulai dari nodus sinoatrium (SA) di atrium, kemudian dihantarkan ke nodus atrioventrikular (AV) yang terletak di tengah atrium dan ventrikel. Dari nodus AV, aliran listrik ini kemudian diteruskan ke ventrikel melalui sistem konduksi jantung ventrikel. Aliran inilah yang akan memicu otot ventrikel untuk berkontraksi sehingga ventrikel dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila jalur aliran listrik ini terhambat sehingga listrik tidak dapat mencapai ventrikel dengan sempurna atau bahkan tidak mencapai ventrikel sama sekali, maka akan terjadi blok jantung.


(Gambar diambil dari Cingolani et al., 2014; https://www.onlinejacc.org/content/64/24/2575/F1)

Klasifikasi

Blok atrioventrikular dapat dibagi menjadi 3 derajat, tergantung dari seberapa berat gangguan aliran listrik yang terjadi.

  • Derajat 1 : Aliran listrik yang melalui sistem konduksi jantung berjalan lebih lambat dari seharusnya, namun tetap berhasil mencapai ventrikel. Blok jantung derajat pertama biasanya tidak menimbulkan gejala.

  • Derajat 2 (tipe I) : Aliran listrik semakin melambat dalam setiap denyutan jantung, hingga pada akhirnya aliran listrik tidak dapat mencapai ventrikel dan jantung melewatkan satu denyutan (drop beat).

  • Derajat 2 (tipe II) : Beberapa aliran listrik tidak dapat mencapai ventrikel dengan pola yang tidak beraturan. Tipe ini merupakan kondisi yang lebih berbahaya dan dapat berkembang menjadi blok jantung derajat 3.

  • Derajat 3 : Pada tipe ini, aliran listrik dari atrium sama sekali tidak dapat mencapai ventrikel. Apabila ventrikel tidak menerima aliran listrik dari atrium, maka ventrikel akan menghasilkan aliran listriknya sendiri. Namun, aliran listrik yang dihasilkan ventrikel ini lebih lambat dari seharusnya. Kondisi ini dikenal juga dengan blok jantung komplit.

Apa Saja Gejala Blok AV?

Gejala yang dialami pasien dengan blok atrioventrikular bermacam-macam, tergantung dari derajat penyakitnya. Ketika terjadi blok AV, pompa jantung akan terhambat sehingga jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Pasien dengan blok AV derajat 1 biasanya tidak merasakan gejala apapun karena meskipun pompa jantung sedikit lambat, organ-organ tubuh masih mendapat asupan aliran darah yang cukup. Namun jika terjadi berkepanjangan atau sering, akan menimbulkan gejala.

Pada blok AV derajat 2 dan 3, aliran listrik terkadang tidak dapat mencapai ventrikel sehingga ventrikel jantung gagal memompa darah dengan baik. Akibatnya organ-organ tubuh kekurangan aliran darah sehingga dapat muncul beberapa gejala seperti lemas atau mudah lelah, sesak, sensasi melayang atau pusing, nyeri dada, hingga pingsan.


Penyebab

Hal yang paling sering menyebabkan terjadinya blok AV adalah perubahan pada sistem konduksi jantung seperti terbentuknya jaringan parut maupun sklerosis (50% pasien) yang biasanya disebabkan oleh proses penuaan.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi medis yang meningkatkan risiko terjadinya blok AV, contohnya riwayat serangan jantung sebelumnya atau bahkan dapat ditemukan saat pasien sedang mengalami serangan jantung. Serangan jantung dapat merusak sebagian jaringan jantung sehingga dapat terjadi gangguan hantaran listrik pada lokasi jaringan yang rusak tersebut, termasuk blok AV. Blok AV juga dapat ditemui pada 1 - 5,7% pasien yang pernah menjalani operasi jantung.

Beberapa penyakit seperti infeksi dan autoimun dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit blok AV. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan peradangan pada jantung sehingga merusak jaringan jantung dan menyebabkan gangguan aliran listrik jantung. Selain itu, penyakit jantung bawaan seperti kelainan bentuk jantung yang ada dari sejak lahir juga dapat sumber gangguan irama jantung yang menyebabkan terjadinya blok AV.

Apakah blok AV berbahaya?

Blok AV dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius, salah satunya yang paling berbahaya adalah henti jantung. Henti jantung dapat terjadi pada penderita blok AV derajat 2 dan 3. Pada blok AV derajat tinggi tersebut atau blok AV total, jantung akan semakin melambat dalam memompa, bahkan hingga berhenti memompa (henti jantung). Jantung yang memompa dengan lambat tidak dapat mencukupi kebutuhan aliran darah tubuh sehingga dapat terjadi gagal jantung. Apabila jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan darah organ-organ vital seperti otak, makan akan terjadi penurunan kesadaran hingga pingsan. Hal ini dapat berbahaya apabila terjadi mendadak ketika Anda sedang menyetir, turun tangga, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kesadaran penuh.

Tatalaksana

Pada umumnya, pasien yang memiliki blok AV derajat 1 atau derajat 2 tipe I tidak membutuhkan pengobatan. Pasien hanya perlu kontrol rutin, dan konsumsi obat-obatan yang dapat memicu blok AV harus dihentikan. Apabila blok AV disebabkan oleh suatu penyakit, maka penyakit tersebut harus diobati terlebih dahulu. Pasien dengan derajat lebih berat (derajat 2 tipe II dan derajat 3) biasanya mengalami kerusakan yang berat pada sistem konduksi. Pasien-pasien ini berisiko mengalami henti jantung mendadak, sehingga dibutuhkan pemasangan alat pacu jantung (sementara maupun permanen).

Hidup dengan Blok AV

Beberapa orang dengan blok AV derajat 1 atau 2 tipe I (derajat rendah), tidak mengeluhkan adanya gejala karena jantung masih dapat memompa darah sesuai kebutuhan tubuh sehingga tidak memerlukan pengobatan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila Anda memiliki blok AV, seperti perlunya menghindari obat-obatan yang dapat semakin memperlambat kerja jantung, seperti obat-obat anti hipertensi atau anti aritmia golongan beta blocker, calcium channel blocker, atau digoksin. Selain itu, Anda juga perlu menjaga pola makan yang sehat, seperti makan makanan yang rendah lemak dan kaya protein. Jangan lupa untuk kontrol rutin ke dokter untuk mengetahui apabila blok AV berkembang menjadi derajat yang lebih tinggi.

Olahraga memang penting untuk kesehatan jantung, namun Anda harus berhati-hati jika memiliki blok AV. Kondisi blok AV dapat menyebabkan toleransi terhadap olahraga berkurang sehingga hindarilah olahraga yang terlalu berat. Anda bisa mencoba melakukan yoga, berenang, jalan santai, maupun bersepeda. Jika terdapat tanda-tanda seperti sesak, jantung berdebar terlalu cepat, atau nyeri dada, segera hentikan olahraga.

Pasien dengan blok AV derajat tinggi memerlukan pemasangan alat pacu jantung permanen. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai alat tersebut dan bagaimana hidup dengan alat tersebut, klik disini.


REFERENSI


  1. Heart Block [Internet]. Cleveland Clinic. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17056-heart-block

  2. Sauer WH. Etiology of atrioventricular block [Internet]. UpToDate. Available from: https://www.uptodate.com/contents/etiology-of-atrioventricular-block

  3. Heart Block [Internet]. Heart Rhythm Society. Available from: https://www.hrsonline.org/patient-resources/heart-block

  4. Sandesara CM. Atrioventricular Block [Internet]. Medscape. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/151597-overview

  5. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Pedoman Terapi Memakai Alat Elektronik Kardiovaskular Implan (ALEKA). 2014;148.

  6. Merin O, Ilan M, Oren A, Fink D, Deeb M, Bitran D, et al. Permanent pacemaker implantation following cardiac surgery: Indications and long‐term follow‐up. Pacing and clinical electrophysiology. 2009;32(1):7–12.

  7. Forrester JD, Mead P. Third-Degree Heart Block Associated With Lyme Carditis: Review of Published Cases. Clinical Infectious Diseases. 2014 May 30;59(7):996–1000.

  8. Kashou AH, Goyal A, Nguyen T, Chhabra L. Atrioventricular Block [Internet]. StatPearls. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459147/

  9. M. TC, E. EA, Dawood D, P. DJ, B. DS, Mark ENA, et al. 2012 ACCF/AHA/HRS Focused Update of the 2008 Guidelines for Device-Based Therapy of Cardiac Rhythm Abnormalities. Circulation [Internet]. 2012 Oct 2;126(14):1784–800. Available from: https://doi.org/10.1161/CIR.0b013e3182618569

  10. Alaeddini J. First-Degree Atrioventricular Block [Internet]. Medscape. 2020. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/161829-overview

721 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page