top of page
  • Gambar penulisSimon Salim, Valerie Hirsy

Alat Pacu Jantung

Diperbarui: 27 Jul 2020

Pendahuluan

Alat pacu jantung merupakan alat yang menghantarkan aliran listrik ke bagian jantung untuk membantu jantung berdenyut dengan irama yang teratur. Alat ini digunakan untuk menangani gangguan irama pada jantung (aritmia), terutama irama yang terlalu lambat.

Alat pacu jantung dapat bersifat sementara maupun permanen. Alat pacu jantung sementara biasanya digunakan dalam keadaan gawat darurat, misalnya apabila denyut jantung pasien sangat lambat (bradiaritmia berat) atau untuk mengontrol denyut jantung pasien yang terlalu cepat dan membahayakan nyawa. Pacu jantung sementara ini biasanya digunakan untuk pasien-pasien dengan kelainan irama jantung yang dianggap atau diprediksi hanya sementara. Generator listrik pada alat ini berlokasi diluar tubuh (bisa ditempel di kulit atau di sabuk). Apabila Anda menggunakan alat pacu jantung sementara, Anda harus tinggal di rumah sakit selama pemakaian alat tersebut. Alat pacu jantung ini dapat dilepas apabila jantung sudah dapat berdenyut dengan normal. Pada kondisi kronis atau yang memerlukan pemakaian jangka panjang, maka dibutuhkan alat pacu jantung permanen. Generator listrik pada pacu jantung permanen ditanam dibawah kulit dada sehingga membutuhkan tindakan operasi.

Cara Kerja

Alat pacu jantung bekerja dengan menirukan kerja aliran listrik alami jantung.Pada prinsipnya alat ini memiliki dua fungsi dasar; fungsi mendeteksi (sensing) dan fungsi memacu (pacing). Alat ini mampu mendeteksi irama asli jantung pasien, dan ketika dideteksi adanya perlambatan dari denyut jantung, mampu menghantarkan aliran listrik yang cukup untuk membantu meningkatkan denyut jantung pasien. Apabila denyut jantung asli dirasakan sudah cukup cepat, maka alat ini tidak akan memberikan pacuan listrik. Beberapa Alat pacu jantung juga memiliki sensor yang mendeteksi gerakan tubuh atau laju pernapasan, suhu, dan banyak hal lain untuk menyesuaikan denyut jantung yang diperlukan oleh tubuh Anda.  

Untuk menjalankan fungsi tersebut, alat pacu jantung terbuat dari dua bagian:

  • Generator : Kontainer logam kecil berisi baterai dan sirkuit listrik yang memproduksi dan mengatur aliran listrik yang akan dikirim ke jantung,

  • Kabel dengan sensor diujungnya (elektroda) : Kabel ini menyambungkan generator dengan jantung. Fungsinya menyalurkan aliran listrik untuk menyesuaikan denyut jantung Anda. Elektroda di ujung kabel digunakan untuk mendeteksi irama asli jantung. Kabel yang digunakan bisa berjumlah satu atau lebih, tergantung tipe alat pacu jantung.


Siapa saja yang memerlukan Alat Pacu Jantung?

Dokter dapat merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung untuk beberapa orang, terutama pasien dengan irama jantung yang terlalu lambat (bradikardi), yang biasanya disebabkan oleh blok jantung atau kerusakan fungsi nodus sinus. Orang dengan blok jantung derajat tinggi (derajat 2 tipe II dan derajat 3) biasanya memerlukan pemasangan alat pacu jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa kondisi lain yang menyebabkan pasien memerlukan alat pacu jantung selain irama jantung yang terlalu lambat adalah adalah irama jantung terlalu cepat (takikardi), dan/atau yang tidak beraturan (fibrilasi atrium). Terkadang, takikardi juga dapat menyebabkan pompa jantung tidak efektif sehingga irama jantung perlu diatur menggunakan alat pacu jantung permanen. Selain itu, orang dengan gagal jantung terkadang juga membutuhkan pemasangan alat pacu jantung karena alat ini dapat membantu mengkoordinasi denyutan jantung untuk memenuhi kebutuhan darah tubuh.

Prosedur

Pemasangan alat pacu jantung dilakukan melalui prosedur bedah minor.Tindakan ini bersifat invasif dan memiliki risiko komplikasi. Namun Anda tidak perlu khawatir karena risiko-risiko tersebut dapat diperkecil dengan persiapan yang baik dari pihak tenaga medis, serta fasilitas yang memadai. Pasien dan dokter juga harus dapat berkomunikasi dengan baik untuk mendukung keberhasilan tindakan ini.


A) Persiapan :

Setiap fasilitas kesehatan dapat memiliki tahap persiapan yang berbeda-beda. Yang dapat Anda alami selama masa persiapan adalah :

  • Anda dapat diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu

  • Beberapa tindakan pemeriksaan, seperti cek darah, ekokardiografi, dan foto dada mungkin diperlukan

  • Anda akan diminta mencuci bagian tubuh dibawah leher dengan sabun khusus

  • Anda akan diminta puasa minimal 6-8 jam sebelum tindakan

B) Saat Tindakan :

Pemasangan alat pacu jantung akan dilakukan oleh seorang dokter ahli di bagian elektrofisiologi beserta sebuah tim perawat dan teknisi yang telah terlatih dalam melakukan prosedur tersebut. Prosedur ini akan dilakukan di ruang khusus (cath lab) dan memakan waktu sekitar 2-4 jam.

  • Biasanya, Anda akan terjaga selama tindakan pemasangan alat pacu jantung berlangsung, kecuali dokter merasa perlu membuat Anda tertidur.

  • Pemasangan infus untuk memasukkan obat-obatan dan cairan

  • Bagian dada Anda akan dibersihkan dan diberi suntikan bius lokal.Pada saat ini Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi nyeri karena tusukan jarum suntik.

  • Satu atau lebih kabel khusus (kateter) dimasukkan ke jantung melalui sayatan di pembuluh darah bagian dada atas (biasanya di sisi yang berlawanan dari sisi dominan Anda). Saat kateter dimasukkan, biasanya pasien tidak merasakan sensasi apapun. Dokter dapat menggunakan x-ray(fluoroskop) untuk menuntun penempatan ujung kateter di jantung.

  • Dokter akan membuat sayatan kecil di dada untuk memasukkan alat pacu jantung dan memasangnya di bawah kulit tepat dibawah tulang selangka. Alat ini berisi baterai dan penggerak listrik (generator).

  • Setelah alat pacu jantung dipasang, maka dokter akan menghubungkan kateter yang telah dipasang ke jantung tadi dengan generator alat pacu jantung.

  • Dokter akan memantau fungsi alat pacu jantung lewat mesin EKG, termasuk memeriksa baterai pada generator.

  • Setelah alat pacu jantung dipastikan dapat berfungsi dengan baik, dokter akan menjahit sayatan di kulit, dan menutupnya dengan perban.

  • Prosedur pemasangan alat pacu jantung ini dapat memakan waktu 1-2 jam atau lebih, tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi saat prosedur pemasangan.

C) Setelah Tindakan

  • Alat pacu jantung Anda akan diprogram untuk menyesuaikan kebutuhan denyut jantung tubuh Anda (irama dan kecepatan). Dokter akan memantau denyut jantung Anda selama di rumah sakit untuk memastikan alat pacu jantung bekerja dengan baik.

  • Bekas tusukan akan dipantau untuk melihat tanda-tanda perdarahan. Biasanya anda perlu berbaring selama beberapa jam agar risiko perdarahan berkurang.

  • Anda dapat dipulangkan setelah masa observasi selesai atau pada keesokan harinya apabila tidak timbul masalah atau komplikasi

  • Rasa tidak nyaman pada bekas tusukan dapat masih terasa hingga 1-2 minggu, meskipun sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Kebanyakan orang sudah dapat beraktivitas sehari-hari dengan normal beberapa hari setelah operasi.

  • Hindari aktivitas yang terlalu berat atau mengangkat beban berat selama sekitar 1 bulan.

  • Saat dipulangkan dari rumah sakit, Anda akan diberikan kartu tanda pengguna alat pacu jantung. Kartu ini memberikan detail mengenai alat pacu jantung Anda dan informasi nomor yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat.


Komplikasi Prosedur

Komplikasi dari operasi pemasangan alat pacu jantung jarang terjadi. Namun, terdapat beberapa hal yang mungkin akan dialami pasien akibat tindakan operasi tersebut, seperti yang paling umum adalah infeksi luka operasi. Untuk menghindarinya, tim dokter dan perawat akan menjaga kondisi steril selama prosedur berlangsung serta saat perawatan luka setelah prosedur. Selain itu, pada lokasi pemasangan dapat terjadi bengkak, kemerahan, atau perdarahan. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan dan perawatan luka yang baik. Kerusakan pembuluh darah atau saraf didekat lokasi pemasangan juga dapat terjadi, meskipun tidak sering. Pada kasus tertentu, pemasangan alat pacu jantung dapat menyebabkan kerusakan paru, meskipun angka kejadiannya sangat kecil, hanya 0-5% dari semua prosedur. Terkadang, tubuh pasien dapat mengeluarkan reaksi alergi akibat obat bius atau kontras yang digunakan saat proses pemasangan alat pacu jantung. Karena itu biasanya sebelum tindakan dilakukan, pasien akan ditanya atau di tes reaksi alergi terhadap obat bius atau kontras tersebut.

Hidup dengan alat pacu jantung

Alat pacu jantung dapat meringankan gejala-gejala yang disebabkan oleh ganggguan irama jantung seperti pusing, pingsan, mudah lelah, dan lain-lain, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas sehari-hari dengan normal. Jika Anda menggunakan alat pacu jantung, dokter Anda akan menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Pastikan Anda memahami instruksi dari dokter.

Berikan waktu sekitar 8 minggu untuk alat pacu jantung beradaptasi dan tertanam dengan sempurna di tubuh. Selama periode ini, hindari gerakan lengan yang mendadak dan berlebihan, seperti mengangkat beban berat atau mengangkat lengan hingga atas kepala (pada sisi pemasangan alat pacu jantung). Hindari juga penekanan pada lokasi pemasangan alat pacu jantung.

Beberapa saat setelah operasi pemasangan, Anda sudah dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Namun, setiap orang memiliki kondisi dan kapasitas jantung yang berbeda sehingga Anda tetap harus mendiskusikan dengan dokter seberapa berat aktivitas yang dapat Anda lakukan. Anda dapat mandi, berendam, maupun berenang dengan leluasa karena alat pacu jantung tidak terpengaruh air. Anda dapat berpergian dengan bebas menggunakan alat transportasi seperti pesawat, kereta, maupun kapal, kecuali tidak diizinkan akibat penyakit lain yang Anda miliki.

Hindari berdekatan dengan magnet atau berada di medan listrik yang kuat karena hal tersebut dapat mengganggu kerja alat pacu jantung (Electromagnetic Interference/EMI). Bawalah selalu kartu tanda pengguna alat pacu jantung agar orang atau petugas tertentu mengetahui bahwa Anda menggunakan alat pacu jantung dan menghindari penggunaan alat magnet disekitar Anda. Alat pacu jantung bekerja dengan tenaga baterai. Setelah beberapa tahun, baterai tersebut akan habis dan perlu diganti. Diskusikan dengan dokter Anda periode baterai yang dimiliki alat pacu jantung Anda.

Olahraga dengan Alat Pacu Jantung

Olahraga memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi setelah pemasangan alat pacu jantung karena dapat mengurangi faktor-faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, obesitas,kolesterol, maupun diabetes. Diskusikan dengan dokter Anda dan tanyakan rekomendasi olahraga yang cocok untuk Anda jika Anda menggunakan alat pacu jantung. Pilih jenis olahraga yang mempermudah Anda memonitor intensitas aktivitas Anda, seperti berjalan, bersepeda, atau berenang.

Pemeriksaan sebelum memulai olahraga dibutuhkan untuk menentukan denyut jantung maksimal Anda untuk menghindari beban yang terlalu berat untuk jantung Anda. Jaga denyut jantung Anda sekitar 10% dibawah batas atas denyut jantung yang dipasang pada alat pacu jantung Anda. Jika Anda merasakan kejutan dari pacu jantung, nyeri dada, atau sangat lemas, segera hentikan aktivitas Anda dan hubungi dokter.

466 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page